Monday, March 22, 2010

Ujian di Hari Pertama

Hari ini aku bahagia bukan karena mendapat gebetan baru. Hari ini aku senang bukan karena diriku mendapatkan hadiah dari seorang pun. Hari ini aku bahagia bukan karena aku bangga dengan prestasi baruku. Bukan, bukan itu kawan. Namu hal yang ingin aku katakan adalah AKU BANGGA DENGAN HASIL KERJA PAYAHKU SELAMA 120 menit mengerjakan sola UJIAN NASIONAL Bahasa Indonesia dengan Percaya Diri yang tinggi. Hahahahahaha........gila ya aku!!!!

Namun aku belum ingin membahas hal itu!!!
Aku ingin menceritakan suatu kejadian lucu 30 menit sebelum bel tanda waktunya masuk ruang ujian berbunyi. Saat itu aku dan teman-teman ku sedang berada di teras kelas (ya, as you know bahwa kita dilarang masuk ruang ujian sebelum pengawas masuk dengan membuka segel ruangan). Ketika sedang mengobrol hal-hal yang dilakukan selama hari tenang, hampir beberapa teman memiliki kebiasaan sama denganku. Yakni mengisinya dengan kegiatan super nggak jelas seperti TIDDOOORRR, nonton TV, jalan-jalan atau hal edan yang lain. Hahahaha.....aneh-aneh aja ya!!!

Yak kembali ke hal yang ingin aku ceritakan. Kita duduk di teras dan melihat beberapa orang yang datang, kami melihat seorang bapak dengan rambut longsornya (baca : BOTAK) memasuki halaman sekolah. Entah bapak ini sudah terlalu hafal dengan sekolahku, entah ia tahun lalu pernah menjadi pengawas ruangan di sekolahku, atau ia terlalu cinta dengan budaya jawa??? Dengan langkah PD-nya dan kita semua hanya menatap langkahnya, beliau berjalan menuju ndalem pringgitan ( suatu ruangan tepat di belakang Pendopo, biasanya untuk menerima tamu yang sudah dekat dengan keluarga). Aku hanya bengong, NGAAAAAHHHH......NGOOOHHHHH............... ketika teman-teman menyuruhku untuk menyusulnya dan memberikan ruang tempat pengawas berada sesungguhnya. Aku hanya membiarkannya, namun si Dian malah mengejarnya dan memberi tahu tempat yang sesungguhnya. Jiah............gagal deh membuat sang bapak malu!!!!

Nah ketika ujian berlangsung, ku mengerjakan soal dengan sedikit gak paham. Tingkat kadar ketidak bisaannya sedikit kok, nggak banyak. Ha..... selesai dan keluar dengan melenggang sukses. Namun teman ku yang berada di runag 4 sedikit sebel dan BT dengan pengawas ruangannya. BUGOS!!!!! Ibu-ibu gosip yang biasanya arisan gitu!!!! Katanya suaranya sedikt menganggu. Padahal kan udah diperingatkan bahwa pengawas dilarang berkomunikasi yang TIDAK PENTING!!!!!

But as well, SMK INDONESIA telah melaksanakan UN hari pertama dengan penuh kejujuran dan sportivitas tinggi. Semoga hal ini dapat berjalan lancar di hari-hari selanjutnya ya.... SUKSES BUAT ANGKATAN 43!!!!!!!!!!!!!!!!!

Buat soal ujian jangan dibahas kalo kalian nggak ingin sakit hati!!!!!

Friday, March 19, 2010

Curhatan GEJE

Belajar....kata keramat buat ku.
Kamis, 18 Maret 2010, aku masuk pagi jam 8an gitu lah. Pelajaran Bahasa Inggris (aku lupa jadwal, lha salahe sopo dibolak-balik). Bahas soal yang kemaren dan akhirnya aku salah sekitar 4, at least cuma nilai 9 yang ku dapat. Hufh... capek udah membuncah.

di tengah perjalanan pulang aku net terus ke Gale, dapet buku ma majalah lanjut masuk siang. HOAM... udah kenyang pelajarane FARMAKOGNOSI, alhasil aku tidur deh. Namun ditengah tidurku, berbisik-bisik tentang orang (baca: teman) di depan ku sedang ribut dengan teror mantan pacar (baru putus 3 hari ini kok). Popoknya dia berkutat dengan komitmen nya bahwa dia memang ingin mengakhiri hubungannya. Ah ya sudahlah...

Masuk pelajaran malem bareng Pak Dwi Kusmargono, di tengah kita mengerjakan soal, si dian dapet sms kalo mantan cowoknya akan menjemput dan menunggu di sekitar sekolah. Langsunglah dia memutar otak bagaimana dia pulang, hingga akhirnya dia pulang dengan melewati jalan yang biasanya tidak dia lewati a.k.a MUTER. wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

Tapi aku salut dengan komitmennya. SEKALI PUTUS YA TETAP PUTUS. Bagus....!!!!!!

Thursday, March 18, 2010

Derita anak kelas XII

Suasana menjelang minggu depan membuat ku tak tenang. Gimana nggak, dalam hitungan jam kita akan menempuh sebuah kata keramat yang benama UJIAN NASIONAL. Mungkin bagi sebagian siswa yang umumnya di kota hal itu gak perlu jadi momok yang menakutkan, namun bagi yang mereka di wilayah agak pedalaman akan merasakan tekanan yang begitu luar biasa.

Selain menentukan kita lulus ujian atau tidak, Ujian Nasional bagi beberapa tingkatan belajar memang sangat dibutuhkan. UASBN buat SD aja, hal ini merupaka patokan dan parameter nilai untuk mementukan pilihan sekolah lanjutan. HAl ini berat namun beban psikologis ini seharusnya menjadi tangungg jawab moral kita bersama. Guru di sekolah dan orang tua di rumah.

Aku sendiri aja sedikit ketakutan, ditambah beban tekanan dari orang tua bahwasanya aku harus masuk perguruan tinggi terbaik di Indonesia (baca : UGM). Ujian Tulis UM UGM pun tinggal beberapa hari lagi. Yang kulakukan saat ini hanya bisa pasrah, dengan materi yang seadanya dan mental tempe yang terbungkus baja. hufh,,,susah banget sie......

Ya Allah aku hanya berharap berikan yang terbaik untukku. Ku tahu janji_Mu kepada umat_Mu tiada pernah ingkar. Tempatkan aku di tempat yang terbaik untukku dan selalu dalam ridho_Mu. Amien....

Sunday, March 14, 2010

Hari-hari yang penuh Mesra

Seperti biasa, sekolahku hari itu biasa aja. Berangkat dengan cukup pagi ke sekolah buatku agak kelelahan. Apalagi semalaman dah gak bisa tidur, al ini dikaenakan aku membantu teman baikku untuk melihat pengumuman PBUTM UM UGM nya. Alhasil dengan puasnya dia diterima, aku tetap gak bisa tidur.

Yak kembali pada cerita sebelumnya. Berangkat pagiku ini bukan untuk contek tugas, PR atau apa. Namun, aku membantu wali kelasku yang ditunjuk sebagai koordinator buat kolektif UM UGM, melengkapi berkas temen-temen yang masih kurang. RRRAAAAAWWWWRRRRR

Diriku memang tahun ini ikut UM, ya semoga aku diterima dengan pilihan-pilhan yang aku ajukan ke panitia UM. SEMOGA.... Nah balik lagi ke cerita, setelah melengkapi berkas rapor yang temen-temen copy kurang, waktuya menghubungi ibu bahwa berkas sudah siap dan tinggal membawanya ke UGM. amun yang bikin BT adalah surat kuasa dan tugas belum ditanda tangani oleh kepala sekolah. RRRAAAWWWRRRR

Rencananya aku dan Dian lah yang akan berangkat meminta ACC itu, namun oleh pihak Bu. M diserah tugaskan ke Pak M. tapi jam 10. Wah jan bikin BT bener, padahal tujuan kita adalah bebas dari pelajaran Bu Ninglis. WKKWKWKWKWKWKWKWKWk.....( anak-anak kelas 3 yang kurang ajar bener...)

Hingga akhirnya surat itu terselesaikan,huah....senangnya.... Aku, Dian dan Bu Anita akhirnya berangkat ke UGM ditemani oleh bapak (makasih ya pak, masi setia sama kita). Verifikasi di UGM yang kita kira antre panjag ternyata tidak. Karena kita kolektif jadi lebih cepat. Namun ada juga yang bikin sebel, si Dian yang diterima di PBUTM dengan lgaknya bilang "aku bukan siswa, tapi mahasiswa", hhhhoooooeeeekkkkk. ingat aku belum nyusul........dan itu akan...........

Verifikasi pun selesai dalam waktu 1 jam untuk 51 siswa, elok kan....dan akhirnya kita pulang. Keluar dari gerbang UGM, kita lapar dan akhirnya kta makan. Nah, ditengah makan itu Dian agak gimana gitu dengan sesuatu hal....ya awalnya aku gak ngeh, tapi setelah di mobil lagi, aku baru ngeh. Pokok e pengen ketawa ngeliat ekspresi Dian. Hahahahahaha

Yah aneh sie, tapi ada yang beda, ketika aku, Dian, Pak Afif dan Pak Rahmat ngobrol,kata Pak Rahmat, yang penting kuliah itu seneng dengan makul nya, kalo seneng udah pasti akan lancar. Hmmmm, bener juga ya.

Ya Allah semoga plihan yang ku ajukan salah satunya merupakan yang terbaik yang diberikan untukku. Aku berharap aku diterima, aku ingin mengukir sejarah baru dalam keluarga suhartono. Hehehehehe, aku harus bisa....

Buat Dian Purnami Handayani dan Septi Rosalia Latifah, selamat ya udah diterima di Teknik Kimia dan Farmasi UGM. Semoga diriku bisa segera menyusul dengan teman-teman yang lain ya.