Golong gilig, sebuah filosofi orang Jogja dalam menjalani sebuah kepercayaan Garis khayal lurus yang menghubungkan pantai selatan, panggung krapyak, sasono hinggil dwi abad, Kraton Jogja, TUGU, dan Merapi. Sebuah filosofi penyeimbang kehidupan manusia di dunia. Sulit dipahami memang, tapi itulah kepercayaan.
Hari ulang tahun Kota Jogjakarta, dan sepertinya memang akan seperti perayaan sebelumnya, karnaval malam sebgai icon akan menjadikan acara tersebut berwarna. Sepulang dari mudik lebaran, aku sudah mengumpulkan segenggam informasi mengenai volunteer untuk puncak perayaan Jogja Java Carnival. Setelah melengkapi berkas, aku mendaftarkan diri bareng sama Anis. Tes tertulis dan FGD pun bareng. Tanpa memerdulikan aku lolos atau tidak. Ya paling tidak aku berpartisipasilah.
Tahap demi tahap aku jalani, hingga akhirnya lolos sebagai volunteer di acara tersebut. tugasku adalah sebagai make up artist and costum. Bayangin aja, aku langsung syok dengan tugas itu, namun ya kembali lagi, itu TANTANGAN!!! Aku pasti bisa, itulah keyakinanku. Apa yang aku bayangkan dalam JJC ternyata memang rumit pengerjaannya. Kostum-kostum yang dibuatpun sangat ribet, apalagi aku saat itu mengurusi yang namanya vehicle Naga Jawa. Kostumnya aneh-aneh, sampek aku aja berfikir kok bisa ya orang bikin kayak gini??? Setiap detil di dalamnya pun wajib di ikuti. Bagaimana memasang baju, bagaimana kalo topinya terlalu besar, bagaimana kalo terompetnya ga hidup, mana yang menjadi pasangan baju, topi, aksesoris dan senjata serta banyak lagi deh.
Tugas ketika siang itu adalah aku mendandani para pria bertubuh tegap dengan kain putih. Badannya dilumurin sama gltter emas biar berkilau bila terkena cahaya. Cukup kewalahan memang apalagi banyak banget, 21 orang hanya dikerjakan oleh 4 orang. Belum lagi dengan para orang dengan baju karakternya. Setiap detilpun wajib diliat. Sepatunya, make upnya, glitternya cukup atau tidak serta masih banyak lagi.
Hingga acara tetek bengek itu selesai dan acara carnaval bisa berjalan dengan lancar. Pulang sudah cukup larut, jam 01.00 dini hati aku sampai dirumah. Badan dan pegal dan aku langsung tidur.
Namun kenangan itu membuat aku berkesan. Mengapa??? Ternyata aku masih bisa berkontibrusi untuk kota tercintaku, Jogja. Ini memang belum seberapa, aku ingin membuat kota ini semakin bangga denganku nantinya. Selamat Ulang tahun Jogja....Love you.....
Halaman pengakuan dari seorang yang selalu ingin memberikan yang terbaik untuk hidupnya, keluarganya, dan orang-orang sekitarnya.
Sunday, February 27, 2011
ORGANISASI, Menyenangkan Tuh....
Mengisi kegiatan dengan sebuah organisasi adalah kesukaanku. Apalagi hal-hal baru, itu tantangan menurutku. Bersama Persudaraan Alumni Kaca dan Reporter Remaja SKH Kedaulatan Rakyat, kita membuat gebrakan event kedua kita. Melalui gerakan cinta museum 2010 yang diusung Kemenbudpar acara itu terbilang cukup sukses. Kepanitiaan ini mempercayakan aku untuk menjadi seorang koordinator HUMAS, sebuah tugas yang menurutku bukan tugas yang ringan.
Aku banyak belajar di acara tersebut. bagaimana menggaet sebuah perusahaan untuk ikut mensupport kegiatan kita, berhubungan dengan banyak orang, dan tentunya akan banyak menyelami karakter banyak manusia dalam sebuah organisasi. Mudah??? Tentu tidak, harus memiliki skill khusus yang sangat penting untuk diperhatikan. Wajib belajar dan disinilah aku belajar.
Menjadi seorang public relation ternyata tak semudah yang aku bayangkan. Dari beberapa proposal yang kami ajukan ke beberapa perusahaan bonafit yang ada di Jogja hampir semua menolak dengan berbagai alasan. Kita hanya berfikir positif, mungkin saja CSR perusahaan itu sedang dalam menjalankan sebuah perusahaan, oleh karenanya sudah tidak ada anggaran yang tersisa buat kita.
Berurusan dengan yang namanya perusahaan swasta ternyata hanya tantangan kecil ketika kita masuk dalam lingkup pemerintahan. Acara yang kita usung memang sangat mendukung program tahun kunjung museum 2010 dari KEMENBUDPAR. Untuk itulah kita berani bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Prop. DIY. Berurusan dengan birokrasi ternyata memang ribet. Lempar sana-lempar sini, itu yang terjadi. Menyerah tentu tidak, karena kita mengincar dana yang dijanjikan oleh Kepala Dinas, walau ujung-ujugnya ya tidak turun. Entah deh apa yang ada dipikiran para birokrat itu. Sini membantu program pemerintah kok kayak malah disepelekan.
Urusan itu memang ribet, bikin aku dan Anis yang saat itu menjadi partnerku menjadi stress. Tapi itulah sensasinya. Organisasi memang bisa menjadikan kita sebuah keluarga. Keluarga kecil yang akan selalu bersatu. Walau beda pandangan dan prinsip kita kan satu, menjadi sebuah keluarga. Makasi ya PADACARMA.....aku janji akan aktif lagi...kan hari ini sudah diserahi tugas....
Aku banyak belajar di acara tersebut. bagaimana menggaet sebuah perusahaan untuk ikut mensupport kegiatan kita, berhubungan dengan banyak orang, dan tentunya akan banyak menyelami karakter banyak manusia dalam sebuah organisasi. Mudah??? Tentu tidak, harus memiliki skill khusus yang sangat penting untuk diperhatikan. Wajib belajar dan disinilah aku belajar.
Menjadi seorang public relation ternyata tak semudah yang aku bayangkan. Dari beberapa proposal yang kami ajukan ke beberapa perusahaan bonafit yang ada di Jogja hampir semua menolak dengan berbagai alasan. Kita hanya berfikir positif, mungkin saja CSR perusahaan itu sedang dalam menjalankan sebuah perusahaan, oleh karenanya sudah tidak ada anggaran yang tersisa buat kita.
Berurusan dengan yang namanya perusahaan swasta ternyata hanya tantangan kecil ketika kita masuk dalam lingkup pemerintahan. Acara yang kita usung memang sangat mendukung program tahun kunjung museum 2010 dari KEMENBUDPAR. Untuk itulah kita berani bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan Prop. DIY. Berurusan dengan birokrasi ternyata memang ribet. Lempar sana-lempar sini, itu yang terjadi. Menyerah tentu tidak, karena kita mengincar dana yang dijanjikan oleh Kepala Dinas, walau ujung-ujugnya ya tidak turun. Entah deh apa yang ada dipikiran para birokrat itu. Sini membantu program pemerintah kok kayak malah disepelekan.
Urusan itu memang ribet, bikin aku dan Anis yang saat itu menjadi partnerku menjadi stress. Tapi itulah sensasinya. Organisasi memang bisa menjadikan kita sebuah keluarga. Keluarga kecil yang akan selalu bersatu. Walau beda pandangan dan prinsip kita kan satu, menjadi sebuah keluarga. Makasi ya PADACARMA.....aku janji akan aktif lagi...kan hari ini sudah diserahi tugas....
GAGAL….HENTI….TIDAK!!!!!
Semenjak aku dinyatakan tidak diterima dalam proses seleksi UM UGM, aku mulai bangkit menata diri kembali. Dan saai itu aku langsung mendaftarkan diriku untuk mengikuti bimbingan belajar SNMPTN dan mengambil program IPS. Aku cukup berani mengambil sebuah keputusan karena aku yakin dalam mengerjakan soal-soal IPA aku akan sangat kesulitan karena aku tidak memahami dunia IPA SMA. Itu yang membuat aku yakin.
Hari-hari disibukkan dengan seabrek kegitan bimbel dan acara pelaksanaan wisuda dan malam perpisahan. Setiap hari aku bolak-balik rumah, sekolah, bimbel, sekolah, rumah. Namun itu hampir tak membuat aku capek. Ya itulah aku, setiap ada kemauan pasti aku meyakini. Itulah diriku.
Hingga saat wisuda datang, ibu juga ke Jogja lagi. Aku sangat senang. Didampingi ibu saat wisuda adalah impan terbesar. Ibu saat itu berpesan ”satu langkah telah selesai, langkah selanjutnya sudah menanti, itu lebih berat. Namun ibu yakin, kamu bisa. Semangat yo le.....”. itulah pesan ibu yang selalu menjadi suntikan semangat untukku.
Hingga tiba ujian SNMPTN, aku semnagta mengerjakan dan aku yakin aku mampu. Nmaun ujungnya sama saja. Aku GAGAL kembali, namun tak seperti dulu aku menangis, saat ini aku lebih tenang. Aku hanya meyakinkan ibuku masih ada tahun depan. Aku yakin itu.
Itulah yang menjadikan aku semangat hingga saat ini. Hidup ini kan untuk belajar mengapa harus dibikin pusing??? Insyallah aku akan bisa tahun depan. Dan untuk mengisi waktuku, aku mengikuti bimbingan belajar kembali. Selain itu aku selalu memiliki sebuah keyakinan bahwa aku akan berguna untuk orang-orang di sekitarku.
Hari-hari disibukkan dengan seabrek kegitan bimbel dan acara pelaksanaan wisuda dan malam perpisahan. Setiap hari aku bolak-balik rumah, sekolah, bimbel, sekolah, rumah. Namun itu hampir tak membuat aku capek. Ya itulah aku, setiap ada kemauan pasti aku meyakini. Itulah diriku.
Hingga saat wisuda datang, ibu juga ke Jogja lagi. Aku sangat senang. Didampingi ibu saat wisuda adalah impan terbesar. Ibu saat itu berpesan ”satu langkah telah selesai, langkah selanjutnya sudah menanti, itu lebih berat. Namun ibu yakin, kamu bisa. Semangat yo le.....”. itulah pesan ibu yang selalu menjadi suntikan semangat untukku.
Hingga tiba ujian SNMPTN, aku semnagta mengerjakan dan aku yakin aku mampu. Nmaun ujungnya sama saja. Aku GAGAL kembali, namun tak seperti dulu aku menangis, saat ini aku lebih tenang. Aku hanya meyakinkan ibuku masih ada tahun depan. Aku yakin itu.
Itulah yang menjadikan aku semangat hingga saat ini. Hidup ini kan untuk belajar mengapa harus dibikin pusing??? Insyallah aku akan bisa tahun depan. Dan untuk mengisi waktuku, aku mengikuti bimbingan belajar kembali. Selain itu aku selalu memiliki sebuah keyakinan bahwa aku akan berguna untuk orang-orang di sekitarku.
Merencanakan...ya...hanya RENCANA
Beberapa lama aku vakum dari blog ini. Sempat sih, berpikir kapan aku akan kembali mengurus blog yang sebenarnya adalah tempat untuk aku berbagi. Semenjak aku fokus untuk menyelesaikan segala aktivitas Ujian Nasionalku aku lanjut untuk menghajar soal-soal Ujian Tulis Masuk UGM. Sepenuh hati aku percaya diri mengambil IPC, san sejujurna selama sekolah di SMF saya tidak pernah mendapatkan materi Pendidikan Sosial yang banyak.
Keteguhanku hanya ingin masuk UGM. Aku merasa iri dengan saudara-saudara yang hampir semuanya lulusan universitas kenamaan Indonesia itu. Hingga saat pengumuman hasil UM UGM pun aku tetap bergeming yakin bahwa aku akan diterima. Proses menunggu adalah sebuah hal yang sebenarnya paling aku benci, namun aku tetap bersabar menunggu hasil yang aku yakini bahwa aku lolos.
Malam itu, adalah malam menentukan, aku lupa tanggalnya. Lapar membuatku ingin mencari makan diluar sambil merilekskan diri dan memberi motivasi dalam diriu bahwa aku diterima. Namun, aku ingin mencoba untuk meyakinkan sebuah hasil. Berbekal HP baru Sony Ericcson J105i yang kubeli, ak mengetikkan nomor pendaftaran dan mengirimkan sebuah SMS yang menjadi pusat informasi UM UGM. Send! Hatiku semakin rancu dan deg-degan tak menentu. Tak perlu menunggu lama balasan itu datang. Apa yang ada di inbox lansung saja kubuka. Innalillahi......”mbak wi, aku gak lolos.....” suara parauku memecah hening di mobil. Akulangsung menangis sambil megetikkan sms ke ibu untuk memberikan informasi itu.
Tak lama ibi menelepon aku, ”Sabar ya dek, jangan nangis. Masih ada jalan kok, adek masih bisa usaha buat SNMPTN ya....” kata ibu penuh dengan wibawa. Hatiku seburat pilu, rasa tangis ini tak tertahankan lagi. Tumpah seketika, dan nafsu makanku hilang.
Aku merasa menjadi orang yang sangat tidak beruntung. Semenjak SD hingga aku bersekolah di SMF rasanya sangat mudah untuk aku mendapatkan sekolah favorit yang menjadi incaranku. Aku merasa sanat tertekan sejak itu. Dua hari aku menangis menjadikan ibuku khawatir luar biasa. Apalagi hari menjelang wisuda sumpah asisten apotekerku. Ibu menyempatkan ke Jogja walau cuman sebentar, kedatangannya hanya untuk menguatkan ku agar aku bisa tegar dan lebih fokus untuk menjalani persiapan ujian SNMPTN. Sampai detik ini menulispun aku masih meneteskan air mata bila mengingat sayangnya ibu sama aku. Makasi ya bu...
Dari sinilah aku banyak belajar. Belajar untuk mengatur sesuatu. Kalo kata Pak Haryo sie Plan A dan Plan B. Hal inilah yang tidak aku lakukan dalam hal ini. Aku terlalu memburu dengan nafsu dan keyakinanku bahwa aku bisa. Padahal yang mengatur itu yang diatas. Inilah kesalahanku. Aku memahami dan tidak akan mengulanginya untuk tahun ini. Tahun yang aku siap maju perang dengan berbagai perlengkapan. Insyallah. Semoga doa-doa ibu yang selalu terselip namaku menjadikan Allah meridhoi setiap langkahku. AMIEN. ILMU KOMUNIKASI UGM YES!!!!
Keteguhanku hanya ingin masuk UGM. Aku merasa iri dengan saudara-saudara yang hampir semuanya lulusan universitas kenamaan Indonesia itu. Hingga saat pengumuman hasil UM UGM pun aku tetap bergeming yakin bahwa aku akan diterima. Proses menunggu adalah sebuah hal yang sebenarnya paling aku benci, namun aku tetap bersabar menunggu hasil yang aku yakini bahwa aku lolos.
Malam itu, adalah malam menentukan, aku lupa tanggalnya. Lapar membuatku ingin mencari makan diluar sambil merilekskan diri dan memberi motivasi dalam diriu bahwa aku diterima. Namun, aku ingin mencoba untuk meyakinkan sebuah hasil. Berbekal HP baru Sony Ericcson J105i yang kubeli, ak mengetikkan nomor pendaftaran dan mengirimkan sebuah SMS yang menjadi pusat informasi UM UGM. Send! Hatiku semakin rancu dan deg-degan tak menentu. Tak perlu menunggu lama balasan itu datang. Apa yang ada di inbox lansung saja kubuka. Innalillahi......”mbak wi, aku gak lolos.....” suara parauku memecah hening di mobil. Akulangsung menangis sambil megetikkan sms ke ibu untuk memberikan informasi itu.
Tak lama ibi menelepon aku, ”Sabar ya dek, jangan nangis. Masih ada jalan kok, adek masih bisa usaha buat SNMPTN ya....” kata ibu penuh dengan wibawa. Hatiku seburat pilu, rasa tangis ini tak tertahankan lagi. Tumpah seketika, dan nafsu makanku hilang.
Aku merasa menjadi orang yang sangat tidak beruntung. Semenjak SD hingga aku bersekolah di SMF rasanya sangat mudah untuk aku mendapatkan sekolah favorit yang menjadi incaranku. Aku merasa sanat tertekan sejak itu. Dua hari aku menangis menjadikan ibuku khawatir luar biasa. Apalagi hari menjelang wisuda sumpah asisten apotekerku. Ibu menyempatkan ke Jogja walau cuman sebentar, kedatangannya hanya untuk menguatkan ku agar aku bisa tegar dan lebih fokus untuk menjalani persiapan ujian SNMPTN. Sampai detik ini menulispun aku masih meneteskan air mata bila mengingat sayangnya ibu sama aku. Makasi ya bu...
Dari sinilah aku banyak belajar. Belajar untuk mengatur sesuatu. Kalo kata Pak Haryo sie Plan A dan Plan B. Hal inilah yang tidak aku lakukan dalam hal ini. Aku terlalu memburu dengan nafsu dan keyakinanku bahwa aku bisa. Padahal yang mengatur itu yang diatas. Inilah kesalahanku. Aku memahami dan tidak akan mengulanginya untuk tahun ini. Tahun yang aku siap maju perang dengan berbagai perlengkapan. Insyallah. Semoga doa-doa ibu yang selalu terselip namaku menjadikan Allah meridhoi setiap langkahku. AMIEN. ILMU KOMUNIKASI UGM YES!!!!
Friday, February 25, 2011
HAI...APA KABAR?????
Hampir setahun gue nggak nulis di blog ini. Oh my God....hampir aja gue juga kelupaan dengan password yg wajib gue ketik sebelum gue masuk ke laman ini. But, dengan sedikit mental baja aku coba dan ternyata bener. :p
Dalam setahun banyak hal yang gue lakukan. Setelah gue akhirnya lulus dari sekolah yang membelenggu gue selama 3 tahun, "YES" itu kata pertama yang terucap. Namun rentetan kesenangan itu tak membuatku senang dikarenakan satu hal, sampek detik ini gue nulis, gue belum bisa mendapatkan impian buat masuk ke UNIVERSITAS GADJAH MADA a.k.a. universitas keluarga besar selain IPB, UI, dan Unibraw. Kecil hati sih dulu awal-awal, sekarang mah semangat aja, hidup kan emang kayak gini, ada susah senangnya. Usaha itu yang penting.
Hal itulah yang juga menuntunku untuk terus giat belajar menggapai mimpi di 31 Mei dan 1 Juni nanti, semoga berhasil, doakan ya kawan. :)
Perjalanan selama setahun juga banyak memberikan warna dalam hidup. Belajar untuk menjadi orang yang memiliki mimpi dan ambisi untuk mengejar sebuah visi. Belajar juga mengubah paradigma gue. Kata Belajar bermakna luas, dan saya belajar apa saja, nanti saya ceritakan di banyak belajar yang saya tekuni ya.
namun sesungguhnya masih banyak tulisan yang ingin saya bagi saat ini, banyak sekali mungkin sampai ngelembur buat gue nulis dan membagikan ke kalian. Doakan sesegera mungkin buat membagi kisah-kisah ga jelas dari saya. Makhluk yang kata mama dibilang anak pinter, tapi masa iya sie???? ;p
Tunggu ya kawan.....see ya....
Dalam setahun banyak hal yang gue lakukan. Setelah gue akhirnya lulus dari sekolah yang membelenggu gue selama 3 tahun, "YES" itu kata pertama yang terucap. Namun rentetan kesenangan itu tak membuatku senang dikarenakan satu hal, sampek detik ini gue nulis, gue belum bisa mendapatkan impian buat masuk ke UNIVERSITAS GADJAH MADA a.k.a. universitas keluarga besar selain IPB, UI, dan Unibraw. Kecil hati sih dulu awal-awal, sekarang mah semangat aja, hidup kan emang kayak gini, ada susah senangnya. Usaha itu yang penting.
Hal itulah yang juga menuntunku untuk terus giat belajar menggapai mimpi di 31 Mei dan 1 Juni nanti, semoga berhasil, doakan ya kawan. :)
Perjalanan selama setahun juga banyak memberikan warna dalam hidup. Belajar untuk menjadi orang yang memiliki mimpi dan ambisi untuk mengejar sebuah visi. Belajar juga mengubah paradigma gue. Kata Belajar bermakna luas, dan saya belajar apa saja, nanti saya ceritakan di banyak belajar yang saya tekuni ya.
namun sesungguhnya masih banyak tulisan yang ingin saya bagi saat ini, banyak sekali mungkin sampai ngelembur buat gue nulis dan membagikan ke kalian. Doakan sesegera mungkin buat membagi kisah-kisah ga jelas dari saya. Makhluk yang kata mama dibilang anak pinter, tapi masa iya sie???? ;p
Tunggu ya kawan.....see ya....
Subscribe to:
Posts (Atom)