Thursday, February 11, 2010

Ke ALAY an teman-teman ku.......

Suatu pagi menjelang siang.... Bertempat di kantin sekolah....
Seperti biasa, kami ngobrol tentang hal-hal yang gak mutu (karna saat itu adalah istirahat usai try out TPP). kami memang ngobrol hal-hal yang ringan dan terkadang membuat tertawa (apa memang banyak ketawanya).

Dian : eh cah, sopo sing ra pernah di rasani neng omahku?
Layla : hayo embuh, emang do ngerti o?
Dian : yo terang aku lah. Wong sing duwe omah aku....
Layla : We ora yo, kowe tahu....pas ibumu ngomong nek kowe luwih rajin tinimbang mbak mu. Terus aku ro mita ngomong nek dian ki males... Hahahahahahaha
All : Hahahaahhaha
Dian : Wh omahku we nggo mbuka aib....

Itulah omongan-omongan gak penting yang terjadi. Namun tiba-tiba.....
Kiky : Mas Mizan ra mbales sms ku yo?
Winda : iyo ki, aku tahu yo an. di tinggal turu. tak kiro mati e.
Aku : heh kok iso e mikir e o pendek banget.
Kiky : podo win!!! Aku yo tahu...
Winda : lha piye, sms sak durung e lagi setrika og. terus tak bales njuk meneng wae. Piye lek ra mikir koyo ngono.
Kiky : podo, aku ditinggal turu yoan.

Don't you think bahwa mereka Alay dengan berpikir sms mereka gak dibales oleh pacar mereka, dan mereka judge bahwa pacar mereka meninggal.
Lain sisi, boleh lah kita berpikir jauh ke depan, tapi kan ya harus yang positif. Kalo menurut ku ini mah nyumpahin....(hahahahhah....peace ya win, ki...)

Nah pelaran apa yang dapat kita petik di atas?
yakni adalah kita harus tetap positive thinking dengan apa yang terjadi ma pasangan kita. Jangan pernah berpikir buruk kalo gak ada tanda-tanda yag menguatkan dugaan kalian. So belajar teus ya buat positive think!!!!

Wednesday, February 10, 2010

Renungan dalam segala Ketawakalan

Teman-teman angkatan 43, SMK INDONESIA tercinta,
marilah sejenak kita menghadap kuasanya, memohon keridhoannya, demi terwujudnya segala harapan dan cita-cita.

Berpikirlah seperti kalian akan mati esok, untuk itu, saat ini marilah kita memulai segalanya dengan baik, agar hal-hal yang dicapai juga maksimal juga.

Ya Allah, Ya Rahman Ya Rahim
Hanya kepada-Mu kami memohon dan berserah diri,
Hanya kepada-Mu kami memohon petunjuk
dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan

Ya Allah, Ya Khudus, Ya Ghafur,
Sesaat lagi kami akan melaksanakan tugas berat dalam sebagian hidup kami.
Di hadapan-Mu saat ini kami berserah diri, memohon petunjuk agar apa yang kami laksanakan selalu menjadikan berkah dan rahmat untuk orang-orang disekitar kami.

Ya Allah,
Kami memohon kepadamu semoga kami termasuk orang-orang yang selalu engkau ridhai, engkau berikan petunjuk, dan engkau berikan kemudahan berpikir dan bertindak.

Ya Allah,
Jadikan orang-orang di sekitar kami yang selalu memberikan kami dorongan baik moril maupun materiil termasuk orang-orang yang engkau beri rahmat. Jadikan mereka termasuk orang-orang yang engkau mudahkan segala permasalahnnya.

Ya Allah, hanya kepada-Mu kami meminta dan memohon,
Jadikan tugas ini berkah dengan menghasilkan hasil yang terbaik untuk kami.
Ya Allah, semoga engkau selalu merahmati kami dalam setiap langkah jejak kami.
Amien............

Rasaku, Rasamu, dan Rasa Kita

Mungkin manusia banyak berpikir mengapa cinta itu ada? Namun itulah dunia manusia, penuh dengan hal-hal yang membuatnya bingung. Ya atau nggak? Dan semua itu akan seketika berubah ketika kita menemukan berbagai jawaban-jawaban dari setiap celah kehidupan kita.

Poin yang bingung mau ku tulis dari mana. hahahahhaha....
Saat itu adalah waktu ketika ujian praktek Olah ragaku selesai. Kuambil handphone aku dan betapa terkejutnya dengan kata-kata panjang yang tersusun dari seseorang bernama Nabila Amandasari. Haahahahahhaha.........pengakuannya membuat ku ingin segera bertemu dan kembali mengklarifikasikannya.

Oh ya...pertama-tama akan ku ceritakan kisah kapan dan bagaimana aku dan di bisa bertemu. Bertepatan dengan Lomba Kompetensi Siswa SMK Kota Yogyakarta tahun 2008 lah yag mempertemukan kita. Saat itu cabang lomba kita sama, English Debate Competition. Tim dia merupakan rival dari tim ku di 2nd Prelimminary round. Saat itu aku belum begitu memperhatikan one by one orang-orang yang menjadi rival kami, karena poin utama kami adalah lolos nyampek juara. hahahahahaha

Samapi akhirnya tahap final pun bergulir. Tim ku dan tim dia saling berkenalan dan berjabat tangan dan sampai akhirnya bertukar phone number. Aku udah lupa dulu siapa yang sms duluan. HAhahahahahaha,

Dan akhirnya, dia menjadi pelabuhan cintaku di awal tahun ini. Semoga kami awet ya........

Buat cintaku,
perasaan ini mungkin susah terungkap,
namun semoga rasa yang aku punya akan selalu bersatu dengan rasa yang engkau punya.
Semoga apa yang telah kita bina, akan awet ya yank.......
I LOVE YOU......

Friday, February 5, 2010

UJIAN NASIONAL vs PUTUSAN MA (sebuah catatan pendidikan)

“Mahkamah Agung mengabulkan permohonan sebuah NGO tentang penghapusan Ujian Nasional.” Mendengar berita itu sungguh saya sangat syok. Betapa dunia pendidikan Indonesia akan mundur dengan tidak adanya standarisasi pendidikan yang jelas.

Ada beberapa alasan yang diberikan oleh NGO itu sehingga MA mengabulkannya diantaranya adalah

  1. Banyak siswa yang stres dengan adanya UN, karena standar kelulusannya terlalu tinggi.
  2. UN belum siap dilaksanakan karena pemerintah belum memenuhi fasilitas pendidikan yang memadai dan tenaga pendidik yang berkualitas.
  3. UN hanya akan memberatkan siswa terutama siswa di daerah-daerah yang belum mendapatkan materi UN secara matang.

Well, all of the reasoning buat saya itu hanya asumsi belaka. Mengapa? Berikut saya memiliki alasan yang menguatkan sehingga mengapa UJIAN NASIONAL HARUS TETAP DILAKSANAKAN.

  1. Saat ini Ujian Nasional dianggap sebagai momok ketidak lulusan dari para siswa karena standar kelulusannya yang tinggi. Sehingga meyebabkan mereka harus berusaha sekuat tenaga agar mereka lulus. Nah dari keinginan mereka itu lah menyebabkan mereka mencari jam tambahan di luar sekolah (baca: BIMBEL) yang diadakan oleh beberapa lembaga pendidikan non-sekolah yang ada, atau bahkan ada yang sampai private class dirumah. Padahal pemerintah yang selanjutnya adalah DEPDIKNAS dalam hal melaksanakan pedidikan dan mengevaluasinya ada parameter yang jelas. Sejak awal setiap tahun pelajaran baru, Standar Kelulusan Minimal selalu dibuat dengan lampiran SILABUS materi yang wajib diberikan oleh seorang pendidik kepada mereka. Nah hal ini berarti, adanya Lembaga pendidikan non-sekolah hanya sebatas memberikan materi pendalaman dan sebagai pendamping belajar anak. Namun yang terjadi Lembaga Pendidikan non-sekolah dijadikan sebagai parameter utama untuk memberikan paham yang jelas kepada siswa. Inilah yang harus dikoreksi, dengan SILABUS itu seorang siswa sudah mendapat jaminan LULUS asal di sekolah ia belajar tekun dan tenaga pendidik pun memberikan sesuai porsi dan kewajibannya.
  2. Pemenuhan Fasilitas yang dirasa masih kurang. Padahal kita tahu, pemerintah SBY telah menggelontorkan dana APBN sebesar 20% untuk pendidikan. Itu bukan nominal yang sedikit untuk sebuah APBN, itu besar. Dan lambat laun pemerintah mulai menggelontorkan dana tersebut untuk memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak, pembangunan gedung, perbaikan sarana sekolah, pembangunan perpustakaan, dan lain sebagainya. Apa yang kurang? Kalaupun memang dirasa ada ketimpangan dana dengan sekolah-sekolah lain, dilihat dulu susunan dan keaktifan Komite Sekolah seperti apa. Karena sekarang komite sekolah lah yang menjembatani hubungan pihak sekolah dengan pihak orang tua atau wali murid. Nah ini yang dibutuhkan koreksi. Apakah dana tersebut sesuai pada pos yang telah ditentukan atau masuk ke kantong-kantong pihak yang tidak bertanggung jawab.
  3. Standarisasi tenaga pendidik. Kita tahu bahwa pemerintah telah memliki program baru yakni adanya sertifikasi guru. Sehingga guru yang telah bersertifikasi mendapatkan tunjangan lebih dari pemerintah. Mengapa? Hal ini adalah sebagai stimulus agar tenaga pendidik semakin bertanggung jawab dengan tugas-tugasnya dalam mendidik. Bukan hanya itu, hal ini juga dapat sebagai stimulus agar guru yang belum bersertifikasi menjadi terdorong untuk segera mendapatkan sertifikasi dan membuat inovasi-inovasi dalam proses KBM sehingga siswa dapat menyerap apa yang diberikan dengan baik.

Inilah yang menjadi fenomena mengapa saya sangat tidak setuju apabila Ujian Nasional ditiadakan Banyak hal yang kita dapatkan,

  1. Dengan adanya standarisasi pendidikan yang jelas kita semakin maju dalam peningkatan SDM dan tidak akan kalah saing dengan negara lain.
  2. Sebagai tenaga pelaksana, Depdiknas juga menggandeng BSNP dalam menyusun materi UN. Sehingga ini akan membuat suatu keadilan untuk para siswa.
  3. UN akan membuat siswa lebih semangat dalam belajar karena mereka akan mempertahankan self esteem mereka ketika hasil telah keluar, sehingga itu akan menjadi hadiah yang terbaik atas hasil usahanya.

Nah itulah mengapa saya tidak setuju UN ditiadakan, apabila ada beralaan lain bahwa terjadi kecurangan dalam ujian. Yang salah siapa? SISTEMNYA atau ORANGNYA???

Perlu menjadi renungan kita bersama.

Jogja, 28 November 2009

Guru Kehidupan, selamanya

“Seseorang tidak dapat memajukan atau mengundurkan kematian itu barang sedetikpun.” Itulah satu kenangan petuah manis dari seorang Guru besar, seorang Leader, seorang Ustadz, seorang Pamong, seorang pejuang yang pada tanggal 27 Februari lalu sekitar pukul 07.00 dipanggil oleh Sang Khalik untuk kembali menghadap kepadanya. Ayahanda H. Moh. Mustamir Ibnu Hajar.

“Kalian adalah anak-anak terbaik yang telah diterima di sekolah ini.” Beliau yang begitu low profile tak pernah mengeluh akan tingkah laku para siswanya yang kadng juga membuat jengkel. Beliau memilih melihat, mengamati apa yang terjadi baru berkomentar. Saya yakin beliau adalah seorang pamong yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya. Dan para siswa di SMF INDONESIA akan merasakan kecewa yang sangat apabila beliau berhalangan untuk menularkan ilmu-ilmunya.

Penuh Perhatian. Sebagai pamong beliau selalu memperhatikan perhatian yang tiada henti kepada para siswanya. Selalu memberikan semangat kala siswanya dirundung duka, selalu memberikan petuah emas dikala siswanya dirundung kebuntuan. Beliaulah pemecah batu keras dalam memecahkan berbagai permasalahan.

Sebagai seorang leader yangruhnya selalu menyelimuti kita, Pak Mus adalah segala-galanya bagi kami. Para siswa yang selalu merindukannya. Sebagai seseorang pemimpin, beliau tidak pernah meninggalkan sejenak pikirannya untuk tidak memikirkan siswa-siswinya. Apalagi ditambah dengan beban-beban berat yang selalu menimpa para siswanya, beliau selalu bekerja keras untuk memberikan yang terbaik.

Besama Pak Mus

Bagi saya Pak Mus adalah alarm yang selalu mengingatkan saya untuk berbuat di jalan-Nya. Selalu memberikan nasehat-nasehat terbaiknya. Saya ingat ketika meminta izin kepada beliau untuk iktu berkompetisi dalam Lomba Debat Berbahasa Inggris. Jawaban beliau adalah, “Ikut dong!” dengan aksen dan gaya khas beliau. Dan semenjak itu dengan adanya motivasi tersebut, kita selalu dipompa untuk menjadi yang terbaik dalam setiap kompetisi.

“Inilah tradisi SMF INDONESIA di jaman dulu. Merajai di setip kompetisi. Inilah tradisi baik yang harus dilestarikan kembali. Bahkan Lemari saya penuh dengan prestasi yang akhir-akhir ini dicetak oleh siswa-siswi SMF.” Sebuah motivasi yang selalu memberikan gelora untuk mencetak berbagai prestasi yang lebih, lebih dan lebih lagi. dan saya berjanji, akan memberikan yang lebih lagi dengan prestasi yang prestisius untuk sekolah kita. Saya ingin membengun cita-cita Pak Mus.

Setiap nasehat-nasehat beliau adalah butiran-butiran intan yang selalu menyiratkan kemilaunya untuk sekitar. Petuah-petuahnya adalah bekal kita di masa depan. Pengalaman hidupnya adalah penuntun hidup kita, tauladan untuk kita agar kita dapat mengarungi kehidupan ini dengan lebih baik.

Beliau adalah seorang Leader sejati bagi SMF INDONESIA. Suatu ketika saya masuk ke dalam ruangan beliau untuk ACC. “Apa mas? Oh ACC, kegiatannya apa? Pengajian Rutin? Siapa ustadznya? Oh iya mas saya pesan usahakan para among hadir ya mas. Itu kan acara sekolah.” Jujur saya mengerti banyak keinginan Pak Mus yang belum tercipta. Seperti English day, adanya KIR, Pengajian yang dihadiri oleh seluruh Civitas Akademika SMF, format acara Malam Perpisahan yang tiap tahunnya untuk selalu segera dirubah ke yang lebih baik.

Saya sangat sedih sejujurnya melihat banyaknya keinginan beliau yang belum tersampaikan. Saya merasa sebagai Ketua OSIS kurang dapat menyelesaikan keinginan-keinginan beliau. Dan saya akan kembali menghidupkan keinginan-keinginan beliau sesuai dengan kemampuan dan wewenang saya.

Sebenarnya banyak sekali hal yang ingin saya ceritakan. banyak sekali kenangan dari beliau yang masih penuh menyesaki dada. Beliau bukan hanya seorang pamong, namun lebih dari itu. Bagi saya beliau adalah Guru Kehidupan di sepanjang jaman yang akan selalu diingat oleh Seluruh Keluarga Besar & Alumni SMF INDONESIA.

Namun Gusti Yang Maha Memiliki berkehendak lain. Kurang dari 24 jam setelah beliau memimpin rapat dan mengisi jam pelajarannya di kelas kami, dengan kondisi yang sehat, Beliau dipanggil oleh Gusti Allah. Ya Allah cobaan apa yang sedang Kau ujikan kepada kami? Ayah, Pemimpin, Pamong, Guru Kehidupan telah berpulang kepada-Mu.

seuntaian doa saat ini memang hal yang terbaik yang dapat aku lantunkan untuk hadih beliau. Ayahanda H. Moh. Mustamir Ibnu Hajar. Selamat jalan bapak. Semoga Allah mempertemukan kita di surga-Nya. Amien.