“Seseorang tidak dapat memajukan atau mengundurkan kematian itu barang sedetikpun.” Itulah satu kenangan petuah manis dari seorang Guru besar, seorang Leader, seorang Ustadz, seorang Pamong, seorang pejuang yang pada tanggal 27 Februari lalu sekitar pukul 07.00 dipanggil oleh Sang Khalik untuk kembali menghadap kepadanya. Ayahanda H. Moh. Mustamir Ibnu Hajar.
“Kalian adalah anak-anak terbaik yang telah diterima di sekolah ini.” Beliau yang begitu low profile tak pernah mengeluh akan tingkah laku para siswanya yang kadng juga membuat jengkel. Beliau memilih melihat, mengamati apa yang terjadi baru berkomentar. Saya yakin beliau adalah seorang pamong yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya. Dan para siswa di SMF INDONESIA akan merasakan kecewa yang sangat apabila beliau berhalangan untuk menularkan ilmu-ilmunya.
Penuh Perhatian. Sebagai pamong beliau selalu memperhatikan perhatian yang tiada henti kepada para siswanya. Selalu memberikan semangat kala siswanya dirundung duka, selalu memberikan petuah emas dikala siswanya dirundung kebuntuan. Beliaulah pemecah batu keras dalam memecahkan berbagai permasalahan.
Sebagai seorang leader yangruhnya selalu menyelimuti kita, Pak Mus adalah segala-galanya bagi kami. Para siswa yang selalu merindukannya. Sebagai seseorang pemimpin, beliau tidak pernah meninggalkan sejenak pikirannya untuk tidak memikirkan siswa-siswinya. Apalagi ditambah dengan beban-beban berat yang selalu menimpa para siswanya, beliau selalu bekerja keras untuk memberikan yang terbaik.

Bagi saya Pak Mus adalah alarm yang selalu mengingatkan saya untuk berbuat di jalan-Nya. Selalu memberikan nasehat-nasehat terbaiknya. Saya ingat ketika meminta izin kepada beliau untuk iktu berkompetisi dalam Lomba Debat Berbahasa Inggris. Jawaban beliau adalah, “Ikut dong!” dengan aksen dan gaya khas beliau. Dan semenjak itu dengan adanya motivasi tersebut, kita selalu dipompa untuk menjadi yang terbaik dalam setiap kompetisi.
“Inilah tradisi SMF INDONESIA di jaman dulu. Merajai di setip kompetisi. Inilah tradisi baik yang harus dilestarikan kembali. Bahkan Lemari saya penuh dengan prestasi yang akhir-akhir ini dicetak oleh siswa-siswi SMF.” Sebuah motivasi yang selalu memberikan gelora untuk mencetak berbagai prestasi yang lebih, lebih dan lebih lagi. dan saya berjanji, akan memberikan yang lebih lagi dengan prestasi yang prestisius untuk sekolah kita. Saya ingin membengun cita-cita Pak Mus.
Setiap nasehat-nasehat beliau adalah butiran-butiran intan yang selalu menyiratkan kemilaunya untuk sekitar. Petuah-petuahnya adalah bekal kita di masa depan. Pengalaman hidupnya adalah penuntun hidup kita, tauladan untuk kita agar kita dapat mengarungi kehidupan ini dengan lebih baik.
Beliau adalah seorang Leader sejati bagi SMF INDONESIA. Suatu ketika saya masuk ke dalam ruangan beliau untuk ACC. “Apa mas? Oh ACC, kegiatannya apa? Pengajian Rutin? Siapa ustadznya? Oh iya mas saya pesan usahakan para among hadir ya mas. Itu kan acara sekolah.” Jujur saya mengerti banyak keinginan Pak Mus yang belum tercipta. Seperti English day, adanya KIR, Pengajian yang dihadiri oleh seluruh Civitas Akademika SMF, format acara Malam Perpisahan yang tiap tahunnya untuk selalu segera dirubah ke yang lebih baik.
Saya sangat sedih sejujurnya melihat banyaknya keinginan beliau yang belum tersampaikan. Saya merasa sebagai Ketua OSIS kurang dapat menyelesaikan keinginan-keinginan beliau. Dan saya akan kembali menghidupkan keinginan-keinginan beliau sesuai dengan kemampuan dan wewenang saya.
Sebenarnya banyak sekali hal yang ingin saya ceritakan. banyak sekali kenangan dari beliau yang masih penuh menyesaki dada. Beliau bukan hanya seorang pamong, namun lebih dari itu. Bagi saya beliau adalah Guru Kehidupan di sepanjang jaman yang akan selalu diingat oleh Seluruh Keluarga Besar & Alumni SMF INDONESIA.
Namun Gusti Yang Maha Memiliki berkehendak lain. Kurang dari 24 jam setelah beliau memimpin rapat dan mengisi jam pelajarannya di kelas kami, dengan kondisi yang sehat, Beliau dipanggil oleh Gusti Allah. Ya Allah cobaan apa yang sedang Kau ujikan kepada kami? Ayah, Pemimpin, Pamong, Guru Kehidupan telah berpulang kepada-Mu.
seuntaian doa saat ini memang hal yang terbaik yang dapat aku lantunkan untuk hadih beliau. Ayahanda H. Moh. Mustamir Ibnu Hajar. Selamat jalan bapak. Semoga Allah mempertemukan kita di surga-Nya. Amien.
No comments:
Post a Comment