Sunday, February 27, 2011

Merencanakan...ya...hanya RENCANA

Beberapa lama aku vakum dari blog ini. Sempat sih, berpikir kapan aku akan kembali mengurus blog yang sebenarnya adalah tempat untuk aku berbagi. Semenjak aku fokus untuk menyelesaikan segala aktivitas Ujian Nasionalku aku lanjut untuk menghajar soal-soal Ujian Tulis Masuk UGM. Sepenuh hati aku percaya diri mengambil IPC, san sejujurna selama sekolah di SMF saya tidak pernah mendapatkan materi Pendidikan Sosial yang banyak.

Keteguhanku hanya ingin masuk UGM. Aku merasa iri dengan saudara-saudara yang hampir semuanya lulusan universitas kenamaan Indonesia itu. Hingga saat pengumuman hasil UM UGM pun aku tetap bergeming yakin bahwa aku akan diterima. Proses menunggu adalah sebuah hal yang sebenarnya paling aku benci, namun aku tetap bersabar menunggu hasil yang aku yakini bahwa aku lolos.

Malam itu, adalah malam menentukan, aku lupa tanggalnya. Lapar membuatku ingin mencari makan diluar sambil merilekskan diri dan memberi motivasi dalam diriu bahwa aku diterima. Namun, aku ingin mencoba untuk meyakinkan sebuah hasil. Berbekal HP baru Sony Ericcson J105i yang kubeli, ak mengetikkan nomor pendaftaran dan mengirimkan sebuah SMS yang menjadi pusat informasi UM UGM. Send! Hatiku semakin rancu dan deg-degan tak menentu. Tak perlu menunggu lama balasan itu datang. Apa yang ada di inbox lansung saja kubuka. Innalillahi......”mbak wi, aku gak lolos.....” suara parauku memecah hening di mobil. Akulangsung menangis sambil megetikkan sms ke ibu untuk memberikan informasi itu.

Tak lama ibi menelepon aku, ”Sabar ya dek, jangan nangis. Masih ada jalan kok, adek masih bisa usaha buat SNMPTN ya....” kata ibu penuh dengan wibawa. Hatiku seburat pilu, rasa tangis ini tak tertahankan lagi. Tumpah seketika, dan nafsu makanku hilang.

Aku merasa menjadi orang yang sangat tidak beruntung. Semenjak SD hingga aku bersekolah di SMF rasanya sangat mudah untuk aku mendapatkan sekolah favorit yang menjadi incaranku. Aku merasa sanat tertekan sejak itu. Dua hari aku menangis menjadikan ibuku khawatir luar biasa. Apalagi hari menjelang wisuda sumpah asisten apotekerku. Ibu menyempatkan ke Jogja walau cuman sebentar, kedatangannya hanya untuk menguatkan ku agar aku bisa tegar dan lebih fokus untuk menjalani persiapan ujian SNMPTN. Sampai detik ini menulispun aku masih meneteskan air mata bila mengingat sayangnya ibu sama aku. Makasi ya bu...

Dari sinilah aku banyak belajar. Belajar untuk mengatur sesuatu. Kalo kata Pak Haryo sie Plan A dan Plan B. Hal inilah yang tidak aku lakukan dalam hal ini. Aku terlalu memburu dengan nafsu dan keyakinanku bahwa aku bisa. Padahal yang mengatur itu yang diatas. Inilah kesalahanku. Aku memahami dan tidak akan mengulanginya untuk tahun ini. Tahun yang aku siap maju perang dengan berbagai perlengkapan. Insyallah. Semoga doa-doa ibu yang selalu terselip namaku menjadikan Allah meridhoi setiap langkahku. AMIEN. ILMU KOMUNIKASI UGM YES!!!!

No comments:

Post a Comment