Tuesday, September 27, 2011

Aku Membangun Indonesia

Melihat kondisi bangsa kita saat ini seperti melihat sebuah negara yang terlihat bagus di luar namun seperti pepesan kosong di dalamnya. Gaung demokrasi yang dikibarkan hingga kini tidak memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan Indonesia. Bahkah, cenderung menurun, seperti bangsa yang tidak memiliki integritas dan kekayannya bisa dirampas oleh pihak lain. Apakah sebagai generasi penerusnya kita rela?
Masuk dalam fakultas ilmu sosial dan politik sebernarnya adalah sebuah jalan menuju perbaikan Indonesia di masa yang akan datang. FISIPOL bisa sebagai wadah yang dapat menempa kita untuk lebih bersikap kritis terhadap suatu permasalahan bangsa serta juga memberikan pembelajaran etika berpolitik yang nyata.
Demokrasi yang dibangun di negara kita adalah demokrasi politik. Duduk di dalamnya ada wakil rakyat yang selalu memonitoring kinerja pemerintahan. Nah, ini berarti jalan yang dapat kita tempuh untuk membangun bangsa ini ada dua cara, dengan bergabung menjadi bagian dari pemerintah sebagai pelaksana kebijakan atau berpolitik sebagai wakil rakyat yang selalu merumuskan bersama aturan main dalam pemerintahan.
Kedua cara ini memang terasa tidak mudah. Keduanya sama-sama susah. Masih ingatkah kita bahwa negara kita dibangun atas dasar kemandirian? Nah dari situ sebenarnya saya berkeinginan untuk berada diluar jalur politik maupun pemerintah. Pemerintah biarlah menjalankan aturan yang sudah ditetapkan, kita yang diluar adalah dengan cara membantu pemerintah untuk mempersiapkan generasi penerus yang memiliki integritas dan kemampuan bersosialisasi yang mumpuni.
Saya ingin mengajarkan ilmu yang saya dapatkan kepada generasi muda. Generasi yang masih segar untuk melakukan terobosan baru sesuai dengan idenya. Memberikan kontribusi melalui pendidikan juga merupakan bagian dari kita mempersiapkan para generasi yang akan duduk di pemerintahan maupun wakil rakyat.
Selain itu saya juga ingin menjadi orang yang ada untuk memberikan sumbangan pemikiran-pemikiran yang menurut saya baik. Bukan hanya kritikan yang tidak solutif terhadap suatu permasalahan. Suatu saat saya ingin duduk bersama membangun bangsa ini dengan penuh optimisme melalui proses pemberian pemikiran-pemikiran.
Tidak hanya itu, membangun negeri tidaklah harus kita terlibat langsung dalam urusan ketatanegaraan. Biarlah itu menjadi bagiab tugas bagi para pemangku jabatan negri ini. Tugas kita adalah memberikan nyala api optimisme hidup kepada setiap orang. Sekali orang itu optimis untuk maju, banyak diantara kita yang akan mendorong pemerintah bergerak optimis dengan kita. Ini adalah gerakan kesinambungan. Ketika optimisme bangsa menyala, semua komponen akan bekerja sesuai dengan bidangnya dan itu bisa mempersatukan bangsa ini menjadi bangsa yang lebih bermartabat.
Saya melalui jebolan dari fakultas ilmu sosial dan politik wajib peka terhadap lingkungan. Bagaimana lingkungan itulah yang akan membentuk jati diri suatu wilayah hingga bangsa ini. Kepekaan kita wajib teruji setiap waktu, dan kita selalu dihadapkan pada permasalahan kompleks bangsa yang tiada pernah usai. Kepekaan itu akan membantu kita untuk bisa menganalisis permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat. Sehingga melaui itu kita bisa tahu dimana letak potensi yang akan mewujudkan optimisme.
Maka pada saatnya nanti, melalui fisipol saya ingin memberikan sumbangsih pemikiran saya kepada negara dengan selalu membarakan jiwa optimis dan peka terhadap permasalahan lingkungan. Karena dengan keduanya itulah yang akan membawa bangsa kita menjadi bangsa yang besar asalkan ditangani oleh orang yang keras dan memiliki integritas tinggi dalam setiap kepemimpinannya.

Nb: tulisan ini dipenuhi untuk tugas PPSMB Sosphomorphosa 2011 FISIPOL UGM

No comments:

Post a Comment